Jumat, 03 Agustus 2012

TEKSODAMA NEWS: Periksa Tuntas Kasus Pelesir Dispendik


Periksa Tuntas Kasus Pelesir Dispendik
8 Januari 2012   23:45 WIB

HASILNYA SEGERA DILIMPAHKAN KE BUPATI

LAMONGAN – Kerja cepat ditunjukkan Inspektorat Lamongan dalam mengusut kasus ngelencernya Kadispendik setempat H Mustofa Nur beserta 20 pejabat dinas setempat. Terbukti, tim investigasi terbentuk pasca mencuatnya aksus ini, kini hasil kinerja tim sudah tuntas.

Tim yang dipimpin Poerbianto ini menunjukkan, terkesan bekerja cepat, setelah terbentuk sekitar 2 minggu lalu. ‘’Kalau tidak ada masalah hasil kinerja tim akan kami serahkan ke bupati besok (Senin 9/1),’’ kata Inspektur Lamongan Ismunawan, Minggu (8/1).

Sayang, Ismunawan keberatan membongkar saat disinggung hasil pemeriksaan terhadap pejabat
Dispendik Lamongan. Pasalnya, pihaknya tidak punya kewenangan untuk memublikasikan hasil pemeriksaan ini. ‘’Kami hanya melakukan pemeriksaan terhadap persoalan ini. Selanjutnya terserah bupati,’’ katanya.

Diberitakan Duta sebelumnya, disaat para wali murid di Lamongan menjerit atas mahalnya biaya pendidikan, tiba-tiba Dispendik berulah. Dibawa komando Kadispendik Mustofa Nur, 20 pejabat penting dinas tersebut plesir ke Singapura dan Malaysia. Untuk foya foya ini, setiap orang dianggarkan Rp 7 juta.
Atas mencuatnya kasus menghambur-hamburkan uang dan menyita perhatian publik ini, Inspektorat membentuk tim investigasi. Tim dipimpin Poerbianto ini mengusut kasus tersebut.

Sementara kasus ngelencernya pejabat Ddispendik Lamongan ini mengusik perhatian publik setempat, termasuk Teksodama. Salah satu LSM di kota Soto ini mendesak pada bupati untuk bersikap tegas terhadap kasus plesir Dispendik. ‘’Atas mencuatnya kasus itu perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap dinas tersebut,’’ kata Direktur Teksodama Lamongan Fauzi Nurrofiq, kemarin.

Bila perlu, dilakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Mustofa Nur. Pasalnya, ditengah sulitnya wali murid membayar biaya pendidikan, namun pimpinan yang sudah diperpanjang dua kali masa pensiunnya itu, menggerakkan orang-orangnya untuk foya-foya. ‘’Tindakan Kadispendik ini menimbulkan image tak bagus bahkan mencoreng nama baik Dispendik,’’ katanya. * ka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar